Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Dan Jokowi Saat Ini

Dalam artikel kali ini, saya akan membahas tentang perbedaan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi saat ini. Dalam melakukan metode – metode yang digunakan untuk kemajuan bangsa dan negara.

PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUD.HOYONO

SBY adalah seorang presiden Indonesia ,ia memenangi pemilu saat ia berada di partai democrat . cara pemerintahannnya dengan demokrasi,dengan demokrasi ini adalah sistem pemerintahan yang terbaik.Pada masa pemerintahan Presiden Susilo BambangYudhoyono, terjadi banyak kemajuan di berbagai bidang teknologi maupun berpendapat . Dimasa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, musyawarah mufakat diutamakan. Sehingga pengambilan kebijakan terkesan lambat. Meski begitu, musyawara mufakat ini dilakukan untuk kepentingan bersama. Sehingga dapat dikatakan, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah cukup berkembang dibandingkan masa-masa sebelumnya dalam hal demokrasi.

Dan hasil dari sistem pemerintahan SBY dengan demokrasi ini Indonesia ditempatkan sebagai sebagai free country (negara bebas) di Asia, sejajar dengan Jepang, Korea Selatan, India dan Taiwan. Hal itu tidak lain karena Indonesia dinilai sebagai negara yang menghormati kebebasan berpolitik, kebebasan berbicara dan kebebasan pers.Pada saat pemerintahan SBY perekonomian Negara mulai mengalami perkembangan yang baik. Kondisi perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan SBY mengalami perkembangan yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat di tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi sepanjang 2008 hingga 2009.Terbukti, perekonomian Indonesia mampu bertahan dari ancaman pengaruh krisis.

 

PEMERINTAHAN  JOKOWI

Sedangkan JOKOWI adalah seorang Gubernur DKI JAKARTA yang berasal dari  daerah jawa dan dulunya jokowi seorang walikota didaerah jawa dan menjadi walikota k3 terbaik didunia dan ia menilai pemerintahan Negara ini mononton , untuk menyelesaikan persoalan Jakarta, dirinya memaparkan penanganan dari sistem reformasi birokrasi. Dia mengatakan, produk birokrasi dan sistem yang berkembang saat ini bersifat monoton.Masalah pemerintahan kita adalah, prodak birokrasi dan juga sistemnya itu monoton. Kita itu harus bisa keluar dari situ. Transparansi dan keterbukaan harus dilakukan, agar trust dari masyarakat bisa tercipta.

Joko Widodo tertarik untuk membuat kebijakan-kebijakan radikal dalam mengatasi permasalahan yang ada di Jakarta. Salah satu kebijakan radikal yang akan ia terapkan adalah penerapan sistem ganjil-genap yang rencananya akan dimulai pada tahun 2013 mendatang. Rencana sistem ganjil-genap itu tidak serta-merta mendapatkan respons positif dari masyarakat dan berbagai pihak, tetapi juga tidak sedikit yang berkomentar miring terhadap kebijakan tersebut. Jokowi pun berkali-kali mengatakan, kalau ia tidak mengambil kebijakan radikal, permasalahan yang ada di Jakarta tidak akan rampung.

KESIMPULAN

Sistem Pemerintahan Susilo Bambamg Yudhoyono 5 tahun terakhir memiliki banyak kelemahan juga kelebihan. Kelemahannya antara lain adalah banyak pejabat pejabat publik yang terseret kasus korupsi ternyata berasal dari kalangan profesional atau bahkan dari kalangan akademisi. Sebagai jabatan politik, kementerian memang membutuhkan kualifikasi yang memadai (kompetensi) dan penanganan system pemerintahan seharusnya lebih di perketat juga di perlukan transparansi dalam setiap anggaran APBN dengan tujuan memperkecil adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan itu sendiri. Kelebihannya dalam Pemberantasan korupsi oleh KPK cukup baik di masa kepemimpinan SBY  korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Hal itu dapat dilihat dari tersangka yang tertangkap oleh KPK yang salah satunya adalah besan dari SBY. Meskipun demikian SBY juga bukan tanpa kekurangan, harga-harga sembako yang semakin meroket adalah salah satu kegagalan SBY. Namun terlepas dari itu semua , makin menguatkan pandangan bahwa beliau cukup sukses menangani semua masalah yang timbul selama dia menjabat lima tahun terakhir.

            100  hari pemerintahan Joko Widodo mengeluarkan 7 kebijakan antara lain

–      Presiden Jokowi Membeli Minyak Dari Angola,

–      Gerakan Hemat Anggaran,

–      Menenggelamkan Kapal Asing Pencuri Ikan,

–       Menghapus Dana Bantuan Sosial,

–      Memberikan Hibah Rp5 Milyar untuk masjid di Afghanistan,

–       Eksekusi Mati Terpidana Narkotika,

–      Menunda Pelantikan Kapolri Komjen Budi Gunawan

SUMBER :

https://patmikumalasari.wordpress.com/2014/01/11masa-pemeintahan-presiden-susilo bambang-yudhoyono/

 

Nama_: Maula Rachmawati

Nim__: 155120101111070

You might also like

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply