Kinerja Lembaga Negara dalam Lembar Pidato Presiden

Presiden Joko Widodo mengapresiasi keberhasilan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dalam mensosialisasikan 4 pilar MPR. Karena pekerjaan menanamkan nilai – nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara bukan pekerjaan mudah. Harus dilakukan secara terus – menerus dan serentak. Sanjungan itu disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan Sidang Paripurna MPR dalam rangka Sidang Tahunan 2016 di ruang rapat Paripurna pada hari kamis pada tanggal 18 agustus 2016. Sidang paripurna dengan dengan agenda tunggal mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo itu dipimpin oleh ketua MPR Zulkifli Hasan.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi hubungan dan kerjasama di antara lembaga – lembaga negara. Menurutnya, kekompakan, kerjasama dan kegotongroyongan di antara lembaga negara membuat kehidupan bernegara semakin nyaman. Terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang masih terus menghimpit bangsa ini, yaitu soal kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Saat ini Indonesia berada pada era persaingan global dengan kompetisi antarnegara berlangsung sangat keras. Oleh karena itu, untuk memenangkan kompetisi dan keluar sebagai bangsa pemenang, maka Indonesia harus berani keluar dari zona nyaman. Indonesia harus kreatif, optimistis, dan melakukan teobosan-terobosan untuk mempercepat pembangunan nasional demi meningkatkan daya saing bangsa di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Tanpa keberanian keluar dai zona nyaman, Indonesia akan terus dihadang oleh kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan sosial. Bahkan, Indonesia  bisa saja tergulung oleh arus sejarah bangsa-bangsa di dunia. Selain itu, diperlukan juga keteguhan dalam menjunjung ideologi bangsa, konstitusi negara dan nilai-nilai keutamaan bangsa. Maka dari itu, Presiden menghargai upaya MPR mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Jokowi juga menyampaikan kinerja masing-masing lembaga negara. Jokowi menyebut kinerja DPR dalam pelaksanaan fungsi legislatif.

Pada tahun ini, DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan 10 RUU untuk disahkan menjadi undang-undang. Menurut Jokowi, DPR bersama pemerintah tengah membahas RUU APBN tahun 2017 dan laporan APBN tahun 2015. DPR dan pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa anggaran tahun 2017 disusun dengan cermat demi peningkatan kesejahteraan rakyat. Anggaran itu harus mengikuti program prioritas. Jokowi juga mengapresiasi kinerja pengawasan yang dilakukan DPR, termasuk dalam melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan para calon pejabat negara.  Di bagian lain pidatonya, Jokowi memberikan catatan kinerja Mahkamah Agung (MA). Produktivitas memutus perkara di MA hingga akhir tahun 2015 adalah yang tertinggi dalam sejarah berdirinya MA. Ini berarti bahwa tunggakan perkara secara konstan berhasil dikurangi.

Selain Mahkamah Agung, Jokowi juga mengapresiasi kinerja Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut presiden, MK menujukkan peningkatan kinerja penanganan perkara. Pada kurun waktu agustus 2015 hingga juli 2016 telah menerima 244 permohonan perkara konstitusi. Kata Jokowi, peningkatan kerja juga diupayakan oleh Komisi Yudisial (KY). KY berupaya keras menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran, martabat, dan perilaku hakim. Salah satunya, dengan meningkatkan kualitas seleksi Hakim Agung. Jokowi juga memberi apresiasi atas komitmen DPD mendukung kebijakan Amnesti Pajak, penguatan Bank Pembangunan Daerah, dan pengembangan koperasi. Sejalan dengan upaya negara untuk memperjuangkan aspirasi daerah, DPD RI telah memantapkan peran, tugas dan fungsinya sesuai amanat konstitusi.

Sumber :

MAJELIS. (2016). Kinerja Lembaga Negara dalam Pidato Presiden.

Nama _: Giofanny Christia Monna

NIM __: 1551201001111068

 

You might also like

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply